Ini adalah puisi dari Kak Aan (http://pecandubuku.blogspot.com). Puisi ini, aku pajang di sini, untuk mengingat kalau melalui puisi ini saya mengenal nama dan siapa dirinya. Padahal, dia adalah senior/fasilitator di sebuah organisasi yg telah berhasil merubah pemikiranku. Tetapi, aku bukan untuk menceritakan hal itu. Yang ingin saya katakan adalah, kalau sejak saat itu beliau menyapaku di SK, mulai saat itu pula, saya baru tahu kalau inilah puisi yg sebenarnya. Dan, juga mulai belajar mencintai puisi. Ternyata, suka membaca puisi bukan berarti mencintai puisi. Untuk itu, saya ingin mengabadikan kenang-kenangan itu di sini. Terimakasih yang sebesar-besarnya untukmu, Kak Aan! Kakak telah mengajariku mencintai puisi. Sekali lagi, terimakasih! :) JIKA ADA DI ANTARA SAUDARA/I HENDAK MENGUTIP PUISI INI TAG-TAG IMPORT YANG ADA DALAM RUMAH SAYA INI, SILAHKAN KONFIRMASI LEBIH DULU KEPADA YANG PUNYA. KARENA SETIAP IMPORT YG SAYA BAWA, ADA SUMBERNYA. SILAHKAN, MERUJUK PADA SUMBER TERSEBUT! TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA! :) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- PULANG AKU KE RUMAHMU by: M Aan Mansyur /1/ di beranda di hadapan pintu yang senantiasa terbuka masih engkau biarkan berceceran kata-kataku yang lama selamat tinggal yang aku ucapkan lalu aku lupa rasa bersalah apa yang engkau hendaki aku akui di pulang kali ini /2/ di dinding rumah tamu di bawah jam penghitung usia menggantung sebuah pigura. di dalamnya apakah sengaja engkau letakkan benda kecil yang tidak aku tahu namanya? engkau melukis terlalu banyak kekosongan di sana sementara pigura amat sempit buat menampungnya apakah tidak sebaiknya menggambar langit di atasnya? bagaimana jika sekitarnya ada sebentang padang saja? atau tidak perlukah sehamparan lautan pula di sana? langit, padang dan lautan semuanya kekosongan pula. begitukah? lama aku berdiri di depan lukisan itu berharap menemukan benda tepat yang mampu mengisi kekosongan yang engkau sia-siakan itu aku keluarkan semua benda yang pernah tersimpan di ingatanku semakin aku mengeluarkan benda-benda dari kepalaku, dari dadaku, semakin penuh aku berisi kekosongan, kekosongan yang lebih kosong. kekosongan yang terlalu banyak untuk sebuah aku yang terlalu sesak /3/ di atas meja di ruang makan di samping buku yang tertutup menyimpan seluruh rahasiamu ada yang meletakkan gelas yang berisi musim kering dan menyajikan ladang-ladang mati di atas piring apakah engkau ingin bicara tentang laut meninggalkan ikan, tentang bayangan di gelap malam hari atau hujan lupa giliran? ataukah engkau ingin bicara tentang bait-bait puisi? yang tak punya kata atau tentang isi sebuah puasa? ke mana lagi harus haus menemukan minum? ke mana lagi agar lapar menemukan makan? /4/ di ruang tidur di padang ranjangmu yang lapang ada bantal-guling dan selimut mencari gelinjang adakah engkau simpan peluk untuk seluruh mataku kantuk atau satu rengkuh untuk tubuh yang tumbuh makin ringkih? /5/ di halam belakang di sebuah taman kecil itu taman yang pernah membunuh banyak bunga, buah dan kebenihan hijau tumbuh-tumbuhan satu lorong engkau baringkan untuk menghadap langit itukah jalan yang sungguh-sungguh menujumu mesti langkah kutempuh? apakah di ujungnya telah kau persiapkan obat buat semua sakit yang tak lagi mampu aku rawat? ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Rumahku yang lain Anda bisa kunjungi di http://alinasheart.rezaervani.com | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Sajak Tak TamatSampai saat ini, aku masih belum mampu menulis puisi, seindah puluhan puisi yang kau tulis, lalu kau tempel dinding muka pintumu untuk kau perlihatkan buat orang-orang yang mengetuk pintumu. Ataupun, yang hanya sekedar lewat di depan rumahmu.... more
|
| |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||




